News Community

Touring R15 Karawang Road to Dieng

  • MINGGU, 30 APRIL 2017
  • Reporter: Muhammad Chrysa
  • View: 806

22motomoto (Dieng) - Komunitas R15 Karawang yang mengikut sertakan official Road15, mengadakan kegiatan touring yang bertajuk Road To Dieng yang dimulai pada hari Jumat 28 april 2017 kemarin.

Start dari Karawang rombongan dilepas oleh member R15 Karawang dari lokasi kopdar pada pukul 02.30 WIB. Rombongan menempuh perjalanan berjarak 460 KM menuju Wonosobo. Lewat jalur Pantura, rombongan melintas rute Brebes - Slawi - Pemalang - Purbalingga - Banjarnegara - Wonosobo. Rute ini dipilih untuk menghindari macet dampak adanya perbaikan jalan di daerah Prupuk Bumi Ayu Jawa Tengah.

Menuju kaki gunung Slamet, proses pengecoran jalan masih berlanjut. RC yang ditugaskan kepada bro Anam oleh PIC touring Alif, memilih jalur alternatif Slawi -Purbalingga menuju Dieng Wonosobo untuk mendapatkan pemandangan yang hijau dan indah walau tetap masih ditemukan pengecoran jalan di jalur ini.

Saat singgah di kota Purbalingga yang merupakan kota produsen knalpot, rombongan memastikan aktivitas dokumentasi di Tugu Knalpot yang menjadi ciri has kota ini. Namun anehnya, sepanjang jalan kami tidak mendengar atau melihat motor disini menggunakan racing exhaust.

Lanjut meneruskan perjalanan, rombongan terkena macet total dampak jalan longsor di daerah perbatasan Banjarnegara - Wonosobo. Riding dalam kondisi hujan kecil tetap berjalam hingga sampai di Wonosobo dan dijemput oleh bro Bambang dan Agus dari Wonosobo R15 Club (WR15C).

Setelah makan malam, rombongan menghadiri kopdargab di alun-alun Wonosono yang dihadiri oleh WR15C Wonosobo sebagai tuan rumah, CROF Cilacap, R15 Temanggung dan BaR15Ta Banjarnegara. Selepas kopadgab rombongan beristirahat di rumah bro Andi.

Pagi harinya, ditemani Adya Bawel, seorang lady biker Wonosobo dan beberapa member WR15C Wonosono, rombongan menikmati sarapan Nasi Megana. Sarapan khas asli Wonosobo, terbuat dari campuran nasi dicampur dengan bumbu, kol, kelapa, ebi, kacang panjang dan setelahnya lanjut menuju salah satu objek wisata Dieng Banjarnegara "Sumur Jalatunda" yang menurut cerita warga sekitar terbentuk saat letusan gunung pada zaman purba. Panjangnya sekitar 120 meter dan tingginya dari permukaan air sekitar 130 meter ke lokasi kami berdiri.

Kedalamannya sampai saat ini belum di ketahui, walaupun tim SAR pernah mencoba melakukan penelitian. Dipercaya bahwa jika kita bisa melempar batu ke perbukitan diujung sumur ini, niscaya permohonan kita akan dikabulkan. Lokasi selanjutnya Candi Arjuna yang lokasinya tidak jauh dari telaga. Saat ini sedang dilakukan proses pemugaran dan renovasi salah satu candi agar lebih bersih dan kokoh. Candi ini berdiri pada abad ke-7.

Disini diketahui bahwa Dieng berasal dari bahasa Sangsekerta yaitu "di" yang berarti tempat yang tinggi atau gunung, dan "hiyang" ya g berarti kayangan. Bisa diartikan bahwa "DIENG" adalah tempat atau daerah pegunungan dimana para dewa dan dewi bersemayam.

Mau tahu lebih lanjut cerita mereka ??. Ikuti kisah R15 Road to Dieng dalam agenda touring Senin besok.

Comments