News Racing News

Teringat Doni Tata dan Rafid Topan, Indonesia Rindukan Pebalapnya di Kelas MotoGP

  • SELASA, 01 AGUSTUS 2017
  • Reporter: Ryan Fauzi
  • View: 397

22motomoto (Indonesia) – Setelah Doni Tata dan Rafid Topan kini Indonesia kembali merindukan para ridersnya untuk bertarung di bawah nama motoGP. Nama Dimas Ekky dan Andy Gilang digadang-gadang akan menjadi riders Indonesia yang mengisi kelas Moto2 dan Moto3.

Bagi para pecinta boalap roda dua, nama Doni Tata dan Rafid Topan sudah tidak asing lagi. Doni dan Rafid pernah bertarung di lintasan di kelas Moto2 World Championship pada 2013. Kelas yang pernah diikuti oleh Marquez, Vinales, Zarco, Morbideli, Folger dan rider top MotoGP lainnya.

Kini belum ada lagi nama pebalap Indonesia yang bertarung di tingkat kejuaraan tertinggi balap motor. Nama yang paling dekat adalah duo rider Astra Honda Racing Team, Dimas Ekky dan Andy Gilang. Dimas Ekky yang diisukan musim depan akan bertarung di kelas moto2 jika mendapatkan hasil akhir yang bagus di ajang FIM CEV Moto2 Junior Championship musim ini. Nama lainnya adalah Andy Gilang yang kini bertarung di kelas FIM CEV Moto3 Junior Championship, di umurnya yang masih muda Andy Gilang digadang-gadang akan naik di kelas Moto3 dalam waktu dekat.

Pada 2013 lalu, Doni Tata membela tim Federal Oil Gresini Moto2 dengan mengendarai Suter dan Rafid Topan membela tim QMMF Racing Team mengendarai Speed Up. Performa duo rider Indonesia masih terbilang jauh, karena jam terbang dan membutuhkan adaptasi yang cukup banyak. Saat itu usia mereka juga masih sangat belia Doni Tata berumur 22 tahun dan Rafid Topan 18 tahun.

Rafid Topan pernah mengawali race dari posisi ke-5, tepatnya di Moto2 Motegi, mengalahkan Pol Espargaro dan Scott Redding kala itu. Namun karena tunggangannya mengalami masalah, Topan pun akhirnya gagal finis. Di 2014, Doni dan Topan sama-sama angkat kaki dari Moto2 karena tidak diperpanjang kontraknya oleh timnya. Sejak saat itu belum ada lagi pembalap Indonesia yang tampil di kejuaraan Moto3 dan Moto2 dunia.

Kini Indonesia kembali merindukan situasi di mana para pembalap tahan air bertarung bersama para pebalap dunia baik di kelas Moto3, Moto2, bahkan MotoGP.

Comments