Lifestyle Travel

Gelora di Tanjung Bira

  • SENIN, 18 SEPTEMBER 2017
  • Reporter: Rhani
  • View: 370

22motomoto (Makasar) - Tanjung bira…mungkin banyak orang belum mengenal wisata pantai yang satu ini. Meski namanya belum sepopuler wisata pantai lain, Tanjung Bira sungguh sebuah surga kecil yang menakjubkan. Tanjung Bira terletak 200 km dari pusat kota Makasar, Sulawesi Selatan ini bisa ditempuh melalui jalur darat kurang lebih selama 5 hingga 6 jam. Walaupun membutuhkan waktu cukup lama tetapi tentunya pengorbanan berbuah manis, yaitu panorama yang luar biasa.

Sebelum kita tiba di Pantai Bira, kita melewati wisata trekking unik Ramang Ramang Karst Maros yang patut dikunjungi. Karst Maros adalah pegunungan kapur no 3 terbesar di dunia setelah Cina dan Vietnam. Teriknya matahari tidak menghalangi kita berperahu menyusuri sungai sambil melihat pemandangan hutan batu yang memberikan sensasi seakan-akan kita masuk ke pedalaman sungai Amazon. Konon Ramang- Ramang Karst Maros adalah permukaan laut yang mengering jutaan tahun lalu sehingga meninggalkan sisa goa batu yang berbentuk unik seperti relief wajah kingkong, tentunya menjadi tempat yang tidak dapat dilewatkan untuk berselfie.

Begitu sampai di Tanjung Bira, kita disambut oleh pemandangan Pantai Bara yang mempesona. Dengan tekstur pasir putih sehalus tepung banyak mengundang wisatawan asing maupun lokal untuk bereksplorasi. Bagi penggemar wisata bawah laut, Pulau Kambing dan Pulau Liukang Loe adalah area snorkeling yang terkenal dengan airnya yang sebening kristal dengan pantulan warna biru toska. Tentunya dengan aneka biota laut dan terumbu karang yang memukau. Penangkaran penyu juga cukup menarik minat para wisatawan untuk berhenti dan berfoto-ria. Saat senja tiba, hal yang tidak boleh terlewatkan yaitu menikmati sunset sembari mendengar gelora ombak. Untuk bermalam di Tanjung Bira ada beberapa pilihan resort yang terletak persis di tepi tebing pantai seperti Amatoa Resort. Dilengkapi dengan Infinity Pool dan kamar-kamar bertema unik, Amatoa menyuguhkan pemandangan sunset yang spektakuler.

Ternyata masih ada pantai-pantai indah tersembunyi yang belum tereksplor. Salah satunya pantai Apparalang. Berlokasi 20 menit dari Pantai Bira, pantai ini terdiri dari gugusan tebing hijau yang mengagumkan, cocok sekali untuk refresh otak dan menghapus kejenuhan. Bagi pencari adrenaline, disediakan jembatan khusus untuk melompat dari tebing yang curam. Tetapi hati-hati dengan karang-karang tajam yang ada di bawahnya. Yang pasti tentunya juga banyak spot-spot ciamik untuk mengabadikan foto landscape maupun berselfie. Sayangnya tempat ini belum menyediakan tempat penginapan, penyewaan perahu ataupun restoran permanen.

Sebelum kita kembali ke ibukota, kita singgah di kota Makasar yang terkenal dengan icon pantai Losari yang selalu padat wisatawan dan acapkali dijadikan tempat untuk mengadakan event lokal maupun internasional. Yang tidak dapat dilewatkan tentunya adalah wisata kuliner khas Makasar. Tentunya hidangan aneka seafood serta ikan-ikan yang segar disajikan dengan bumbu asam pedas. Santapan tradisional berkuah seperti Coto Makasar, Konro dan Palubasa juga patut dicoba. Belum lagi ditutup dengan dessert istimewa seperti es Palubutung dan es Pisang Ijo yang menggoyang lidah.

Ternyata masih banyak sudut-sudut di Indonesia yang luar biasa indah. Tertarik untuk bergelora di Tanjung Bira?

Special Thanks to Fitri, Misty, Irma, Mpi, Piping

Comments