Lifestyle Travel

Tim Wissemu Lakukan Proses Aklimatisasi Menuju Danau Gosaikunda, Nepal

  • JUMAT, 06 APRIL 2018
  • Reporter: ZBY
  • View: 294

22motomoto (Nepal) - Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar telah sampai di Kathmandu, Nepal, Jumat, 30 Maret 2018 pukul 14.00 WIB (12.45 waktu setempat). Waktu kurang dari tiga hari di Ibu Kota Nepal ini, Fransiska Dimitri Inkiriwang (24) dan Mathilda Dwi Lestari (24),dua pendaki tim WISSEMU memaksimalkan waktu untuk menyelesaikan urusan administrasi pendakian dan juga melengkapi perbekalannya. Perbedaan waktu antara Kathmandu dengan Indonesia adalah -1.15 jam.

Minggu, 1 April 2018 Tim WISSEMU bertolak ke Dunche, kota di atas gunung yang tepatnya berada pada ketinggian 2.030 meter di atas permukaan laut (mdpl). Menghabiskan satu malam di sana, Tim WISSEMU akan melakukan proses aklimatisasi dimana proses penyesuaian tubuh pada ketinggian tertentu dengan perjalanan menuju danau Gosaikunda (4.380 mdpl) yang memakan waktu enam hari perjalanan. Dalam perjalanan ini direncananakan akan ada tiga titik pemberhentian yakni di, Shin Gompa (3.330 mdpl), Laurebina ( 3.950 mdpl) dan terakhir Gosaikunda (4.380 mdpl). Info terakhir yang diterima Tim Publikasi di Bandung, dua orang pendaki telah berangkat dari titik pertama (Shin Gompa) menuju titik berikutnya Selasa, 3 April 2018. Sampai sejauh ini proses aklimatisasi berjalan dengan lancar. Kondisi kedua pendaki sehat dan cuaca cerah masih menjadi teman di perjalanan ini.

Deedee, panggilan karib Fransiska Dimitri dan Mathilda sebelumnya dilepas dari Bandara Soekarno Hatta pada Kamis, 29 Maret 2018. Dua orang mahasiswi yang masih terdaftar aktif di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung ini sebelumnya telah mengibarkan Bendera Merah Putih di enam puncak gunung tertinggi di enam lempeng benua lain. Mereka mencatatkan diri sebagai tim perempuan Iandonesia pertama yang berhasil mencapai puncak Puncak Gunung Denali (6.190mdpl), Alaska dan Puncak Gunung Vinson Massif, Antartika (4.190 mdpl).

Pendakian menuju Puncak Gunung Everest akan menggenapi rangakaian ekspedisi Seven Summits yang telah dimulai sejak tahun 2014. Pendakian menuju puncak gunung tertinggi di dunia ini akan sangat sulit dilakukan. Bukan saja karena beratnya medan namun juga karena oksigen akan terus menipis --kurang lebih hanya 1/3 jika dibandingkan dengan yang bisa kita hirup dengan bebas sekarang ini-- seiring dengan pendakian pada ketinggian tertentu.

Comments