Lifestyle Travel

Dua Perempuan Indonesia Siap Kibarkan Merah Putih di Puncak Everest

  • SENIN, 14 MEI 2018
  • Reporter: ZBY
  • View: 419

22motomoto (Tibet) - Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (WISSEMU) semakin dekat dengan misi untuk mencapai Puncak Gunung Everest. Seteleh menunggu cuaca pendakian terbaik sembari beristirahat dari rangkaian proses aklimatisasi panjang --aktivitas adaptasi tubuh pada ketinggian tertentu— di Desa Zhaxizongxiang yang ada pada ketinggian 4.150 meter di atas permukaan laut (mdpl), Tibet, akhirnya dua pendaki Tim WISSEMU, Fransiska Dimitri Inkiriwang (Deedee) dan Mathilda Dwi Lestari (Hilda), siap untuk berangkat menuju puncak Gunung Everest.

Perjalanan menuju Puncak Everest direncanakan mulai dari Kamis, 10 Mei 2018 dari Desa Zhaxizongxiang (4.150 mdpl). Jalur yang dilalui akan sama dengan jalur proses aklimatisasi yaitu, Intermediate Camp (IR) di ketinggian 5800 mdpl, Advanced Base Camp (ABC) di 6400 mdpl, North Col (7020 mdpl), Camp 1 (7.050 mdpl). Setelah itu rute-rute baru menanti --proses aklimatisasi terakhir hanya sampai ketinggian 7.400 mdpl alias separuh jalan menuju Camp 2-- yaitu melalui Camp 2 (7800 mdpl), Camp 3 (8300 mdpl) dan yang terakhir Puncak Everest (8848 mdpl).

Diperkirakan perjalanan menuju puncak akan memakan waktu sekitar tujuh hari. Estimasi kedua pendaki akan berada di puncak Everest paling cepat pada Kamis, 17 Mei 2018 --sangat mungkin untuk berubah bergantung cuaca. Selama tiga hari empat malam di Desa Zhaxizongxiang (4.150 mdpl), Deedee dan Hilda akhirnya bertemu dengan Tim Support WISSEMU yang berangkat dari Bandung pada tanggal 28 Maret 2018 yang beranggotakan empat anggota Mahitala. Tim support datang tidak hanya untuk memberikan suplai logistik dan makanan tapi yang lebih penting untuk memberi dukungan moral dan mental untuk kedua pendaki sebelum Summit Push. Dukungan langsung dari teman teman terdekat sangat lah penting untuk meningkatkan kepercayaan diri kedua pendaki. Selain memberikan dukungan, Tim Support WISSEMU akan menetap di Nepal untuk memonitor pergerakan dan mempemudah pelaporan ke Bandung.

Cita-cita untuk mengibarkan Bendara Merah Putih di puncak tertinggi di dunia hampir usai. Doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia sangat kami harapkan agar selalu mengiringi perjalanan Deedee dan Hilda.

“Setengah perjalanan menuju summit sudah sempat kami lewati saat aklimatisasi kemarin, setengah lagi masih misteri, semua sekarang bergantung pada Tuhan. Kami akan berusaha sekuat tenaga, mohon doa, semoga Tuhan bersama kita, Indonesia," jelas Fransiska Dimitri Deedee dan Hilda sebelumnya dilepas dari Bandara Soekarno Hatta pada Kamis, 29 Maret 2018.

Dua orang mahasiswi yang masih terdaftar aktif di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung ini sebelumnya telah mengibarkan Bendera Merah Putih di enam puncak gunung tertinggi di enam lempeng benua lain. Mereka mencatatkan diri sebagai tim perempuan Iandonesia pertama yang berhasil mencapai puncak Puncak Gunung Denali (6.190 mdpl), Alaska dan Puncak Gunung Vinson Massif, Antartika (4.190 mdpl).

Pendakian menuju Puncak Gunung Everest akan menggenapi rangakaian ekspedisi Seven Summits yang telah dimulai sejak tahun 2014. Pendakian menuju puncak gunung tertinggi di dunia ini akan sangat sulit dilakukan. Meski perjalanan ini hampir terancam, tidak terealisasi karena permasalahan dana, berkat dukungan oleh Bank BRI sebagai sponsor utama,Multi Karya Asia Pasifik Raya (MKAPR), Universitas Katolik Parahyangan, sponsor pendukung dan seluruh warga Indonesia sehingga perjalananan ini dapat terealisasikan.

Comments