News Racing News

Jeblok di Austria, Yamaha Meminta Maaf Kepada Maverick Vinales dan Valentino Rossi

  • SENIN, 13 AGUSTUS 2018
  • Reporter: Ryan Irfan
  • View: 415

22motomoto - Pihak Yamaha meminta maaf kepada Valentino Rossi dan Maverick Vinales usai kembali gagal melakukan perbaikan pada sisi elktronik. Di awal musim Yamaah terlihat mulai mengalami perubahan yang lebih baik. Namun di Brno dan Austria masalah elektronik kembali menimpa Yamaha.

Rossi mengaku bahwa elektronik Yamaha tertinggal jauh dari pabrikan lain seperti, Ducati dan Honda. Hal ini terbukti di 2 seri paruh musim panas duo Yamaha tak mampu memiliki kecepatan yang lebih cepat. Baik Vinales maupun Rossi hancur lebur pada dua hari awal, keduanya tampak kesulitan meski hanya untuk berada di 10 besar. Hasil kualifikasi menempatkan Maverick posisi ke-11, sementara The Doctor terseok pada grid ke-14.

Pada balapan di Austria pun duo Yamaha ini tak berkutik, tercatat Rossi hanya mampu finish di urutan ke-6 sementara Vinales berada di urutan ke-12. Melihat dua pembalapnya sangat frustasi, Yamaha meminta maaf secara langsung kepada Rossi dan Vinales.

“Hari ini sangat sulit bagi kami. Kami kesulitan dalam performa akselerasi, ini seperti penyaluran tenaga, mengatur tenaganya lebih presisi. Tapi kami tahu, trek ini menyulitkan bagi kami,” ujar pimpinan proyek YZR-M1, Kouji Tsuya.

“Jadi, itulah mengapa [kami mencatatkan] mungkin hasil kualifikasi terburuk, kami harus meminta maaf kepada para pembalap untuk kurangnya performa akselerasi saat ini.

“Begitu juga Maverick, hari ini, dan juga Jumat kami mengalami beberapa masalah sensor, yang berarti kendala teknis motor. Kami menghadapi ini pada FP1 dan FP4, kami mengacaukan konsentrasi Maverick.

“Saat ini, kami menginvestigasi bagaimana kami bisa mengatasi masalah ini secara serius, dan untuk [lebih kencang saat balapan] besok.

“Kami hanya ingin meminta maaf kepada para pembalap, yang telah kami rusak konsentrasinya, sehingga tak bisa melaju lebih cepat untuk hasil kualifikasi lebih baik," paparnya.

Dengan dua tes di Misano dan Aragon, berlangsung sebelum dan sesudah MotoGP Inggris, Yamaha bertekad untuk lebih keras dalam mencari solusi masalah yang telah menjadi momok selama satu tahun terakhir.

“Tentu kami akan bekerja sekeras mungkin untuk menemukan solusinya. Setelah balapan ini, kami akan melakukan tes di Misano (sebelum Silverstone), dan Aragon (setelah Silverstone) untuk menemukan pemecahan masalah ini,” imbuh Tsuya.

“Untuk saat ini, kami berkonsentrasi untuk besok, demi meraih hasil lebih baik untuk kedua pembalap kami," pungkasnya.

Sumber : motorsport.com

Comments