Lifestyle Profile

Farwiza Farhan, Aktivis Wanita Yang Berkontribusi Menjaga Lingkungan

  • KAMIS, 20 OKTOBER 2016
  • Reporter: Gilang Dwi Putra
  • View: 915

22motomoto (Aceh) – Tahu kah anda jika Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat deforestasi atau kegiatan penebangan hutan tertinggi di dunia? pembukaan serta pembakaran lahan, membuat Indonesia lama kelamaan semakin kehilangan keanekaragaman hayati yang cukup besar. 

Namun ada seorang aktivis wanita yang dianggap sebagai pejuang lingkungan hidup asal Aceh, Farwiza Farhan. Sampai saat ini, Farwiza Farhan turut berjuang mempertahankan hutan khususnya di kawasan ekosistem Leuser di Aceh. 

Mungkin anda belum terlalu mengenal sosoknya, namun jika anda ingat berita saat Leonardo di Capri datang ke kawasan Ekosistem Leuser di Aceh, pasti pernah ingat sosok perempuan yang mendampingi Leonardo di Caprio. Ya, dialah Farwiza Farhan sang pejuang lingkungan.

Dalam melakukan kegiatannya, wanita yang akrab dipanggil Wiza ini bekerja dengan mandiri. Berikut adalah beberapa hal yag harus anda ketahui tentang seorang Farwiza Farhan :

 1. Berjuang tanpa banyak ribut

Meski namanya kurang familiar, namun si aktivis tangguh yang juga PhD candidate dari Radbound University Nijmegen, Belanda ini adalah aktivis lingkungan yang berjuang dalam misi penyelamatan lingkungan ekosistem Leuser di Aceh.

Bahkan, belum lama ia berhasil menerima Whitley Awards, sebuah penghargaan yang ditunjukkan bagi aktivis lingkungan di dunia. Penghargaan ini diikuti oleh 130 kandidat dari seluruh dunia yang aktif bergerak di bidang lingkungan.

Wiza sapaan akrabnya dipilih selain karena konsistensinya berkontribusi ‘hijau’ melalui organisasinya, tapi juga atas aksinya mewujudkan Gerakan Aceh Menggugat (GERAM) yang meminta Menteri Dalam Negeri membatalkan Qanun rencana tata ruang wilayah Aceh pada Januari lalu. Meski sudah mendapat penghargaan tapi sosoknya tetap rendah hati.

 2. Kembali untuk berkarya di tanah kelahiran 

Wiza sempat bekerja di Australia, namun kenyamanan diprofesi lamanya tak menyurutkan langkahnya untuk bisa berkarya di tanah kelahirannya sendiri.

Wiza pun kian mantap berkarya untuk melindungi kawasan ekosistem Leuser karena ini merupakan tempat satu-satunya dimana orang utan, harimau, gajah , badak dan sekelompok mamalia yang terancam punah hidup dalam habitat yang sama.

Alasan ini beserta keindahan kawasan ekosistem Leuser ini lah yang makin memantapkan Wiza kembali berkarya di tanah kelahirannya. Sempat berjuang bersama-sama dengan rekan-rekan di Badan Pengelola Ekosistem Leuser, sebuah badan pemerintah yang mengelola ekosistem Leuser namun ketika terhenti, Wiza akhirnya membentuk HAKA, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang memiliki misi menjaga kelestarian hutan di Aceh. bersama beberapa rekannya. 

 3. Punya kepedulian ekstra pada lingkungan 

Kecintaan Wiza terhadap lingkungan diawali dari kecintaanya pada laut di Pulau Weh. Namun melihat kerusakan terumbu karang yang kian parah, ia merasa harus melakukan sesuatu untuk mengubah keadaan.

Meski pesimis tak mampu menyelamatkan laut, Wiza akhirnya beralih pada isu pengelolaan hutan. Kenapa kita harus perduli kepada lingkungan? Wiza melihat bahwa pada akhirnya lingkungan itu erat sama apa yang terjadi di masyarakat dan itu sebabnya kita semua harus perduli dengan lingkungan.

Dampak kerusakan lingkungan tak hanya merugikan anak cucu tapi juga perekonomian masyarakat kita. Ini pula yang Wiza berusaha perjuangkan agar kepedulian terhadap lingkungan bisa dimasukkan dalam kebijakan dan diimpelementasikan pada kebijakan dalam kehidupan sehari-hari.

 4. Tetap berjuang meski ada ancaman 

Aktivis pasti tak lepas dari yang namanya tekanan-tekanan dari pihak tertentu. Menjadi seorang aktivis berarti mengharuskan orang untuk berani melawan pihak-pihak terkait untuk memperjuangkan suatu hal.

Wiza juga tak luput dari ancaman tersebut. Meskipun menurutnya ancaman yang dia hadapi tak sebanding dengan ancaman yang harus dihadapi aktivis lingkungan lain yang bekerja di daerah-daerah seperti Riau dan Kalimantan. 

Itu dia beberapa hal yang perlu anda ketahui dari sosok si aktivis cantik ini. Untuk bisa melindungi lingkungan kita memang tidak harus menunggu menjadi seorang seorang aktivis lingkungan dahulu. Kita juga bisa menyelamatkan lingkungan di kehidupan sehari-hari.

Yuk mulai berbuat kebiasaan baik untuk lingkungan dari sekarang demi masa depan anak cucu kita.

Sumber : berbagai sumber

Comments