PPJT Tol Ke-2 di Pulau Dewata Sah Ditandatangani, Nilai Investasi Rp 24,6 Triliun

PPJT Tol Ke-2 di Pulau Dewata Sah Ditandatangani, Nilai Investasi Rp 24,6 Triliun

22motomoto.com – Kementerian Tugas Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah lakukan Penandatanganan Kesepakatan Pemberdayaan Jalan Tol (PPJT), Kesepakatan Penjaminan, dan Kesepakatan Regress Tol Gilimanuk-Mengwi di Propinsi Bali, Selasa (8/3/2022). Kepala Tubuh Pengontrol Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, Tol Gilimanuk-Mengwi mempunyai nilai investasi sejumlah Rp 24,6 triliun. Dengan investasi sejumlah Rp 24,6 triliun, tutur Danang dalam sambutannya dalam acara penandatanganan itu. Project Tol Gilimanuk-Mengwi sebagai salah satunya dari Project Vital Nasional (PSN) seperti tertera dalam Ketentuan Menteri (Permen) Sektor Koordinator Sektor Ekonomi Nomor 7 Tahun 2021 mengenai Peralihan Daftar PSN. Pelelangan Tol Gilimanuk-Mengwi diawali 25 Februari 2021 atau kiranya telah setahun lebih dan 7 Maret 2022 Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sudah memutuskan juara lelang konsorsium PT Sumber Rhodium Gagah, PT CSN (Cipta Sejahtera Nusautama), dan PT BSDA (Bumi Sentosa Dwi Agung).

Konsorsium ini selanjutnya membuat Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Tol Jagat Kerthi Bali dengan formasi pemegang saham Sumber Rhodium Gagah 80 gagah, Cipta Sejahtera Nusautama 15 %, dan Bumi Sentosa Dwi Agung sejumlah 5 %.

Jalan tol ini direncanakan menghampar 96,84 km yang terdiri dari 3 seksi yaitu Gilimanuk-Pekutatan 54,7 km, Pekutatan-Soka 23,17 km, dan Soka-Mengwi 18,92 km. Tol ini akan mempunyai enam simpang atur (SS) dan diharap dengan dioperasionalkannnya infrastruktur sambungan itu akan memotong waktu pintas dari 6 jam jadi 1-1,5 jam. Sama seperti dengan Tol Bali Mandara, Tol Gilimanuk-Mengwi akan mempunyai lajur khusus untuk pemakai kendaraan roda. Lajur khusus ini ada di SS Pekutatan-Mengwi sejauh 40 km dengan kecepatan gagasan 40 km /jam. Jalan tol ini mempunyai delapan Tempat Istirihat dan Servis (TIP) atau rest tempat yakni 4 rest tempat Type A dan rest tempat Type B. Adapun periode pemberdayaan dan konsesi dari jalan tol ini ialah 50 tahun dan prediksi intern rate of return (IRR) 11,46 %.

Tol Gilimanuk-Mengwi, Melancarkan Mobilisasi di Pulau Dewata

PPJT Tol Ke-2 di Pulau Dewata Sah Ditandatangani, Nilai Investasi Rp 24,6 Triliun

Untuk meningkatkan bidang pariwisata di Propinsi Bali, Pemerintahan terus tingkatkan sambungan dengan membuat jalan nasional dan jalan tol. Salah satunya wujud usaha itu ialah gagasan pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi yang menghampar sejauh 95 km. Jalan bebas kendala ini akan jadi batas ke-2 yang datang di Propinsi Bali sesudah Tol Bali Mandara. Menteri Tugas Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengutarakan, arah pembangunan tol ini untuk menyambungkan Dermaga Gilimanuk sampai ke kota metropolitan Sarbagita yang sering alami kemacetan.

Sarbagita sebagai kombinasi dari 4 daerah yaitu Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Tidak cuman peningkatan Bali, pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi berkaitan dengan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS), lalu Tol Trans-Jawa yang akan tersambung sampai ke Banyuwangi, Jawa Timur.

Saat ini, tahapan pembangunan Trans-Jawa telah tiba Probolinggo Timur dan akan dilanjutkan sampai ke Banyuwangi, sebut Basuki beberapa lalu. Bila tol ini telah terhubung keseluruhannya, bakal ada lajur darat sebagai alternative pengerahan cepat dari Jawa ke Bali. Menurut Basuki, karena ada jalan tol ini, ongkos perjalanan semakin lebih murah dibanding harus naik pesawat terbang. Adapun pembangunan jalan tol ini diperkirakan memakai pola prakarsa murni dari faksi swasta (unsolicited proyek).

Dengan pola yang diputuskan, Kementerian PUPR benar-benar menggerakkan terlaksananya pembangunan jalan tol itu.

Ini sekalian tindak lanjuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk cari beragam alternative pendanaan pembangunan jalan tol supaya tidak memberatkan Bujet Penghasilan dan Berbelanja Negara (APBN). Ditambah pencetusnya ini bukanlah Badan Usaha Punya Negara (BUMN). Maka dari itu, Kementerian PUPR benar-benar menggerakkan swasta non-BUMN supaya lebih semangat untuk melakukan investasi di jalan tol, papar ia. Dengan begitu, Tol Gilimanuk-Mengwi akan dibuat oleh swasta murni tanpa support dari Pemerintahan (viability jarak fund). Menurut Basuki, Intern Rate of Return (IRR) atau tingkat kelaikan investasi project jalan tol itu sangat tinggi karena telah ramai dilalui kendaraan. Pada Agustus 2020, Tol Gilimanuk-Mengwi sudah masuk tingkatan feasibility studi (FS) atau study kelaikan.

Basuki waktu itu menjelaskan, study kelaikan ini akan selekasnya dipelajari dan dituruti penerbitan ijin prakarsa.

Sesudah tingkatan itu selesai, penentuan lokasi (penlok) akan dilaksanakan oleh Gubernur Bali yang diperkirakan pada Oktober 2020. Hingga, Pemerintahan dapat lakukan lelang pada Kwartal IV-2020 dan Maret 2021 dapat dilaksanakan Penandatangan Kesepakatan Pemberdayaan Jalan Tol (PPJT) supaya konstruksi dapat selekasnya diawali. Akan tetapi, tingkatan pra-kualifikasi pelelangan jalan tol ini baru diawali pada 25 Februari 2021.

Tubuh Pengontrol Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR sudah umumkan hasil pra-kualifikasi pelelangan tol itu pada 24 Mei 2021. Hasilnya, cuman satu konsorsium yang dipastikan bisa lolos tingkatan ini yakni PT Sumber Rhodium Gagah, PT Cipta Sejahtera Nusantara, dan PT Bumi Sentosa Dwi Agung. Ini seperti tercantum pada Informasi Lelang Penentuan Hasil Pra-kualifikasi Pelelangan Pemberdayaan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Nomor: 11/BPJT/GLMG/2021. Penentuan hasil pra-kualifikasi lelang Tol Gilimanuk-Mengwi ini dipublikasikan oleh Ketua Panitia Pelelangan Pemberdayaan Jalan Tol Eka Pria Anas. Pada tingkatan seterusnya, panitia akan mengundang secara tercatat perusahaan/konsorsium yang lulus pra-kualifikasi untuk ikuti pelelangan pemberdayaan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi di saat yang hendak diputuskan. Proses pelelangan Tol Gilimanuk-Mengwi ditarget habis pada Kuartal-IV Tahun 2021 seperti disebut oleh Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit. Proses pelelangan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi ini diperkirakan usai Kuartal-IV tahun 2021, terang Danang.

Selesai dilaksanakan, juara lelang akan dipublikasikan lewat Penentuan Menteri Tugas Umum dan Perumahan Rakyat. Hingga kelak bisa diteruskan dengan Penandatanganan Kesepakatan Pemberdayaan Jalan Tol (PPJT) supaya konstruksi bisa diawali. Pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi ini terbagi dalam 3 Seksi yakni Seksi 1 yang menyambungkan Gilimanuk-Pekutatan sejauh 54 km.

Lalu, Seksi 2 dan Seksi 3 menyambungkan Pekutatan-Soka sejauh 23,6 km, dan Seksi 3 menyambungkan Soka-Mengwi sejauh 21,8 km. Ada sesuatu hal tidak biasa dari pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi. Karena, jalan bebas kendala ini akan diperlengkapi jalur motor, khusus di Seksi 2 dan 3. Sementara Seksi 1 cuman ada kendaraan beroda 4. Oleh karena itu, pembangunan tol ini akan dilaksanakan dengan bertahap yakni diawali dengan Seksi 2 dan 3 lebih dulu. Adapun perkiraan ongkos konstruksi pembangunan jalan tol itu sebesar Rp 14,1 triliun dengan nilai investasi sejumlah Rp 19,35 triliun.